Tasbih Karomah Wali

Ternyata, Tasbih Biasa Pun Bisa Miliki Karomah Wali

Tasbih Karomah WaliApakah Anda orang yang suka mengingat Allah dengan jalan berdzikir kepada-Nya? Atau malah saat ini Anda sedang jauh dari rahmat-Nya ditandai dengan kesulitan hidup yang sedang Anda hadapi? Bisa jadi kesulitan Anda adalah sebab kurangnya Anda bermunajat atau mengingat-Nya. Memang, tak mudah untuk selalu menyebut asma Allah lantaran berbagai kegiatan atau urusan dunia yang menjadi kesibukan dalam keseharian.

Banyaknya aktivitas sehari-hari bisa saja membuat diri lupa akan keberadaan-Nya. Padahal, salah satu agar hidup bahagia adalah selalu berdzikir dan mengingat-Nya dalam kondisi apa pun dan kapan pun. Salah satu media untuk berdzikir kepada Allah adalah tasbih. Bukan hal yang rahasia lagi bahwa tasbih merupakan cara seorang muslim untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Tasbih berfungsi untuk mensucikan dzat Allah melalui pujian-pujian atau kalimat toyyibah. Bahan pembuatan tasbih bisa berasal dari batu mulia atau jenis kayu tertentu. Beberapa bahan tersebut memang sudah menjadi hal lazim dalam penciptaan tasbih. Misalnya saja tasbih yang terbuat dari jenis batu, contoh batu giok, batu kecubung, batu pasir emas, dan berbagai batu permata lainnya.

Sedangkan tasbih yang terbuat dari kayu pun beraneka ragam jenisnya. Ada tasbih yang terbuat dari kayu stigi, kayu kokka, kayu dewandaru, kayu walikukun, kayu cendana, kayu galih asem, kayu, kalimasada, kayu galih kelor, dan sebagainya. Namun, terlepas dari itu semua, setiap tasbih pun memiliki ciri karakteristik tersendiri sesuai dengan bahan pembuatannya. Apakah dari jenis batu alam ataupun kayu.

Sejatinya, setiap benda atau material pada dasarnya mengandung energi. Hanya saja tingkat energinya berbeda satu dengan yang lain. Apalagi jenis batu mulia atau kayu tertentu yang biasanya dimanfaatkan sebagai tasbih. Namun, tidak semuanya juga mengandung tuah positif yang bisa dimanfaatkan. Malahan, bisa juga membahayakan karena energinya bisa saja tidak selaras.

Terkadang, tasbih biasa pun justru secara tidak langsung bisa menjadi pegangan. Hal ini karena sering digunakan untuk berdzikir. Tak lepas dari kata mengingat Allah lewat kalimat-kalimat toyyibah yang dilantunkan dengan media tasbih. Apalagi ketika tasbih ini dijadikan sebagai pegangan. Bukan berarti meyakini keberadaan kekuatan di dalam tasbih, tetapi Allah-lah yang memberikan pertolongan kepadanya lantaran tasbih tersebut sering digunakan untuk beribadah, berdzikir, atau memanjatkan doa.

Hingga suatu saat tasbih tersebut pun bisa juga memiliki karomah wali. Mengapa bisa demikian? Ya, karena tasbih tersebut selalu dijadikan sebagai sarana untuk melakukan amalan-amalan hikmah tertentu yang telah diajarkan oleh para waliyulloh. Sehingga secara otomatis, seorang pengamal mendapatkan keberkahan dan pertolongan dari Allah melalui amalan-amalan yang telah dilakukan, bacaan, doa, atau dzikir yang sering didendangkan.

Dalam ranah amalan hikmah, setiap amalan ataupun dzikir yang telah diucapkan mengandung tuah atau energi tertentu yang terpancar. Dzikir atau kalimat toyyibah apa pun sesungguhnya adalah doa. Ketika doa sering dipanjatkan, maka energi Nur Ilahi semakin kuat. Secara otomatis pula tasbih yang sering digunakan mengandung doa dari penggunanya karena si pengguna sering melafalkan dzikir atau doa-doa yang diucapkannya. Sehingga dengan demikian, tasbih tersebut pun bisa dijadikan sebagai media atau sarana.

Di sisi lain, ada juga jenis tasbih tertentu yang memang sudah secara sengaja telah diberkahi doa-doa tertentu pada tasbih tersebut sehingga memancarkan energi nur ilahiah yang bisa dijadikan sebagai sarana spiritual secara praktis. Tasbih ini berbeda dengan tasbih biasa karena sudah melewati serangkaian proses metafisika yang dilakukan oleh seorang pakar.

Biasanya, orang yang sudah mendapatkan tasbih bertuah khusus yang telah diberkahi doa-doa ini, kehidupannya menjadi lebih baik. Dipenuhi oleh berbagai kemudahan dan keberuntungan. Tentu saja semua itu bisa diperoleh karena pertolongan Allah. Allah mengizinkannya. Selain itu, biasanya juga seorang pakar spiritualnya pun telah mengajarkan amalan tertentu, yaitu amalan khusus dari para waliyulloh sehingga bisa diamalkan oleh pengguna tasbih tersebut.

Dalam melakukan suatu amalan atau wirid, pastinya harus secara istikomah. Tanpa adanya istikomah, maka pertolongan akan sulit diraih. Istikomah merupakan kesungguhan dalam melakukan amalan. Termasuk juga amalan dengan media tasbih. Karena adanya kesungguhan, maka Allah pun menurunkan pertolongan-Nya, tanpa terkecuali. Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh ia akan menuai hasil. Begitulah janji-Nya.

Salah satu tasbih yang bisa dijadikan sebagai sarana praktis adalah Tasbih Asmaul Husna. Tasbih ini terukir nama Asmaul Husna di setiap biji tasbihnya. Asmaul Husna adalah nama-nama agung Allah untuk berdzikir yang memiliki khasiat dalam hidup. Bahkan, orang yang hafal dan mau membaca Asmaul Husna, maka Insya Allah diharamkan masuk neraka, alias masuk surga. Bagi Anda yang ingin tahu khasiatnya untuk apa, Anda bisa membaca khasiat Tasbih Asmaul Husna. Semoga keberlimpahan dan kerahmatan Allah selalu menyertai Anda.