meditasi islam

Islam Pun Sangat Mengenal Meditasi

meditasi islamTidak hanya ajaran agama Hindu-Budha saja yang identik dengan meditasi. Semua ajaran agama, jika ditelaah lebih lanjut semuanya mengajarkan meditasi. Termasuk juga agama Islam. Pada dasarnya, meditasi bisa dimaknai sangat luas dan setiap agama pun mengajarkannya. Hanya saja tata caranya memang berbeda-beda bergantung pada ajaran dan keyakinan masing-masing.

Kata meditasi sendiri sebenarnya berasal dari bahasa latin, yakni meditatio yang berarti merenungkan. Ada pula yang menyebutkan berasal dari kata mederi yang bermakna kesehatan sehingga diserap menjadi medisin yang berkaitan pula dengan dunia medis atau kesehatan (Baca juga: Cara Mudah Meditasi Sembuhkan Diri). Jadi, sangat tepat jika meditasi merupakan cara termudah untuk menciptakan kesehatan atau kesembuhan atas penyakit yang diderita. Sedangkan menurut KBBI, mengartikannya sebagai pemusatan pikiran dan perasaan untuk mencapai sesuatu.

Jika Anda tahu, aktivitas ini sangatlah penting untuk kehidupan. Saking pentingnya, ia bisa dijadikan sebagai alat untuk mencapai kebahagiaan sejati. Setiap ajaran agama mengenalkan tentang cara meditasi yang berbeda dengan agama lainnya. Dan perlu diketahui juga bahwa meditasi tersirat di dalam cara beribadahnya.

Dalam Islam, meditasi pun telah diajarkan melalui ritual beribadahnya. Meditasi dalam Islam dikenal dengan berdzikir, berdoa, sholat, ataupun membaca Al-Quran. Meditasi dalam Islam memang sudah diperintahkan oleh Allah (Tuhan) melalui nabi Muhammad yang diajarkan kepada para umatnya.

Kualitas meditasi Islam setiap orang berbeda-beda. Ambil contoh saja dalam sholat. Untuk mencapai meditasi yang mendalam, seseorang haruslah bisa khusyuk dalam sholat. Ya, itulah hal yang paling utama dalam sholat agar ibadah kita benar-benar berkualitas di mata Allah. Namun, tidak mudah untuk mencapai khusyuk. Bahkan, seorang ustadz, kyai, ataupun ulama belum tentu bisa khusyuk ketika sholat. Karena semua orang tidak selalu bisa khusyuk dalam sholat ataupun beribadah lainnya. Maka dari itulah diperlukan ketenangan batin, pikiran, dan jiwa.

Contoh meditasi Islam yang lain yaitu ketika berdzikir ataupun berdoa. Saat kita kurang, bahkan tidak bisa fokus pada bacaan, maka kita belum bisa bermeditasi secara mendalam. Hal itu memanglah susah, tetapi harus tetap selalu dilakukan. Bukan hal yang tidak mungkin jikalau kita terus selalu mencoba hingga akhirnya sholat, dzikir, ataupun berdoa kita menjadi berkualitas sampai bisa mencapai meditasi mendalam.

Namun, meditasi Islam pun biasanya lebih ditekankan pada dzikir. Hal inilah yang lazim dilakukan oleh para santri, ustadz, kyai, ulama, atau ahli tasawuf. Mereka mengucapkan kalimat-kalimat toyibah untuk mengingat Allah. Bagi seseorang yang sudah benar-benar terbiasa berdzikir, maka setiap detiknya mereka selalu mengingat Allah dengan dzikirnya. Tidak hanya diucapkan secara lisan, tetapi malahan sering dilantunkan dalam hati. Karena ia sudah merasa sangat dekat dengan Allah.

Meditasi Islam berupa dzikir pada tingkatan tersebut memang tidak semua orang bisa melakukan. Karena biasanya orang yang sudah bisa mencapainya adalah orang-orang terpilih, seperti waliyulloh (kekasih Allah). Hati dan pikirannya selalu mengingat Allah hingga seakan Allah sangat dekat dengannya.

Memang benar kualitas meditasi orang berbeda-beda, tetapi setidaknya sebagai seorang pemeluk agama, kita tetap selalu beribadah kepada-Nya. Entah baik atau masih buruk kualitas ibadah kita, usaha dan upaya untuk bermeditasi dalam bentuk ritual ibadah tetap kita lakukan sebaik mungkin sebisa kita.

Sesungguhnya, setiap manusia di dunia ini, baik yang beragama Islam, Kristen, Hindu, Budha, atau yang tak beragama sekalipun harus berpikir. Bagaimana alam semesta tercipta. Bagaimana bisa kehidupan itu ada, bagaimana cara makhluk hidup bisa bertahan hidupnya, dan berbagai perenungan atau pemikiran dalam hidup.

Karena manusia diberi akal untuk berpikir. Sudah seharusnya, akal budinya digunakan untuk merenung apa-apa yang ada di alam semesta. Apa yang dirasakannya, apa yang dialaminya, apa yang dilihatnya, apa yang dijumpainya, dan berbagai hal lainnya. Untuk itulah mengapa, manusia yang hidupnya mau berpikir, ia akan hidup lebih bahagia ketimbang manusia yang enggan berpikir.

Inti dalam hidup adalah menyembah Yang Maha Kuasa, sang pencipta alam semesta. Melakukan kebaikan, membantu sesama, makhluk lain, dan menciptakan kedamaian lingkungan sekitar. Tidak merugikan diri sendiri, orang lain, alam semesta, lingkungan, atau makhluk lainnya. Saling menghormati hak dan kewajiban.

Menghargai perbedaan agama dalam tata cara beribadahnya. Karena sejatinya tujuannya sama untuk menyembah Sang Pencipta yang dikemas dalam meditasi dengan ritual masing-masing. Tidak hanya manusia saja yang beribadah atau menyembah Sang Pencipta. Tetapi juga makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan pun beribadah dengan cara masing-masing.

Bahkan, benda mati pun sesungguhnya beribadah. Hujan, air, matahari, bumi, udara, dan seluruh isi alam semesta sebenarnya menyembah Tuhan dengan cara merek sendiri. Sesuai dengan ketentuan Tuhan. Hanya saja, kita tidak tahu bagaiamana persisnya mereka beribadah. Untuk itulah, sebagai manusia yang beragama Islam maupun tidak, kita tetap mesti melakukan kebaikan sesuai dengan kemampuan kita untuk menjaga keseimbangan alam semesta.

Karena tanpa adanya keseimbangan alam semesta, tentu saja ia akan hancur. Kehidupan pun akan sirna. Dan pada akhirnya, tidak ada kehidupan yang terartur lantaran kita sebagai manusia tidak taat kepada-Nya untuk menjaga keseimbangan.