ilmu hikmah

Tak Selamanya Belajar Ilmu Hikmah Pasti Berhasil

Jika Anda adalah orang yang sedang belajar ilmu hikmah dan belum berhasil sampai sekarang, Anda wajib baca artikel ini sampai habis. Karena bisa saja, inilah jawaban yang selama ini Anda cari-cari.

Memang, tak sedikit orang yang ingin menguasai ilmu hikmah. Tujuannya pun berbeda satu sama lain. Ada yang ingin agar bisa membantu orang dengan keilmuannya. Ada juga yang ingin punya ilmu kebal dari amalan ilmu hikmah.

Ada juga agar bisa bertemu dengan sosok khodam tertentu dan masuk ke dalam alam lain. Ada yang ingin mempelajari ilmu kebatinan lewat ilmu hikmah, dan berbagai tujuan lainnya.

Saya sangat salut dengan semangat orang yang seperti ini. Entah sebelumnya dia punya latar belakang keluarga, lingkungan, atau dirinya sendiri tentang ilmu hikmah atau supranatural atau tidak.

Perlu Anda tahu bahwa ilmu hikmah jumlahnya sangatlah beragam. Dan masing-masing punya khasiat atau berkah manfaat yang berbeda satu sama lain.

Hingga saat ini, ada beberapa klien saya yang bertanya soal belajar ilmu hikmah. Tentu saja yang datang ke saya punya tujuan dan keinginannya masing-masing. Mereka pun mengamalkan ilmu hikmah yang telah saya ijazahkan.

Masing-masing pun punya pengalaman menarik dan unik setelah mengamalkan ilmu hikmah yang saya ijazahkan. Dari beberapa pengalaman klien saya, ada klien yang menurut saya unik.

Klien saya sudah melakukan amalan ilmu hikmah. Tujuannya mengamalkan ilmu hikmah ini adalah ingin menguasai salah satu ilmu khodam.

Menariknya, dia sudah cukup lama belajar ilmu hikmah. Sudah bertahun-tahun, tapi belum juga menuai hasil. Dia memang tertarik dalam dunia spiritual. Kurang lebih sudah 10 tahun belajar ilmu hikmah.

Dari penuturannya, secara turun temurun keluarganya menguasai ilmu hikmah. Bisa dikatakan bahwa hampir semua keluarganya turun-temurun punya keilmuan spiritual.

Mulai dari kakek buyutnya, kakeknya, maupun ayahnya sendiri. Tapi anehnya, dia sendiri sampai sekarang belum bisa menguasai keilmuan spiritual. Padahal, dia sudah belajar dari beberapa guru, termasuk ke saya.

Hanya saja, apa yang dia inginkan belum membuahkan hasil. Padahal, teman-teman yang belajar sama dengan dia berhasil menguasai keilmuan. Tapi, mengapa dia sendiri belum bisa. Lantas apa yang salah?

Itulah pertanyaan yang ada di benaknya. Mungkin juga Anda pun mempertanyakannnya pula. Baiklah saya jelaskan.

Belajar ilmu hikmah itu butuh yang namanya tirakat. Memang ada lelaku ritual atau amalan tertentu ketika mengamalkan amalan ilmu hikmah. Ada yang berupa puasa, bertapa, dan baca wirid tertentu dalam jumlah hitungan yang ditentukan secara istikomah.

Ketika seseorang sudah melakukan upaya lelaku amalan dan tata cara yang diajarkan, tapi belum berhasil, apa yang salah dalam dirinya?

Padahal, dirinya merasa tak melakukan kesalahan apa pun. Semua anjuran guru pun dilakukan sesuai dengan ajarannya. Tapi, masih saja belum memetik buahnya.

Perlu diketahui bahwa tak semua orang pasti berhasil melakukan atau menguasai ilmu hikmah. Walaupun sudah melakukan tirakat seberat apa pun, tidak ada jaminan pasti berhasil. Apalagi, hal yang berkaitan dengan spiritualitas tak bisa dijamin kepastian berhasilnya.

Semua sesuai dengan kehendak Allah. Terserah Dia yang memutuskan. Apakah si A, diberi keberhasilan ataukah tidak. Dan si B diberi kegagalan atau tidak. Tak bisa dipastikan. Sekali lagi, itu semua adalah hak prerogatif Allah.

Jika Anda sudah belajar ilmu hikmah selama bertahun-tahun, tapi belum bisa menguasai atau belum ada perubahan dalam hidup Anda, maka Anda tak bisa  menuntut Allah.

Ada beberapa alasan yang bisa saja menyebabkan ketidakberhasilan dalam mempelajari atau menguasai ilmu hikmah.

Adanya Karma

Anda tahu karma? Simpelnya, karma adalah balasan. Biasanya, karma diidentikkan dengan hal negatif. Bisa saja, orang yang sulit mengamalkan amalan ilmu hikmah terkena karma dari kakek buyutnya.

Mungkin, ada pelanggaran yang telah dilakukan oleh kakek buyutnya di masa lalu sehingga menjadikan salah satu keturunannya tak bisa mengamalkan amalan hikmah. Entah melanggar suatu pantangan yang dilarang atau kesalahan-kesalahan tertentu lainnya.

Akhirnya, keturunannyalah yang terkena imbasnya. Itulah kenapa orang yang sudah bertahun-tahun belajar keilmuan tak bisa menuai hasilnya.

Bukan Jatahnya

Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya. Untuk bisa menguasai suatu keilmuan, Allah lah yang berkehendak. Apalagi yang berhubungan dengan ilmu hikmah.

Dialah yang menentukan, siapa saja yang dipilih berhasil ataukah tidak dalam belajar atau mempelajari suatu ilmu amalan hikmah.

Bisa juga nur keilmuannya belum terbuka. Memang butuh waktu. Dan waktu ini tidak bisa dipastikan seberapa lama. Apakah butuh waktu 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, atau sampai di masa usia lanjutnya? Tak ada kepastian.

Dan jika sampai sekarang Anda belum mencapai apa yang Anda inginkan, lalu Anda masih tetap bersabar, mungkin suatu saat tabir nur keilmuan Anda pun bisa terbuka. Karena kita tak pernah tahu kehendak Allah seperti apa di masa mendatang.

Terlalu Bernafsu

Saat Anda terlalu berkeinginan, maka itu akan sulit tercapai. Terlalu berkeinginan identik dengan tidak sabaran. Padahal, untuk mempelajari suatu ilmu hikmah, dibutuhkan kesabaran.

Dan nafsu adalah penyebab munculnya energi negatif. Oleh karena itu, Anda perlu berpasrah. Setelah Anda belajar dan melakukan tirakat, berserahlah kepada-Nya secara totalitas. Serahkan semua urusan dan upaya Anda pada Allah.

Itulah beberapa alasan kenapa tak selamanya orang yang belajar ilmu hikmah bisa berhasil. Lantas, sikap apa yang harus diambil?

Ini sangat penting. Mungkin Anda merasa putus asa sudah sekian lama belajar keilmuan, tapi belum ada tanda-tanda hasilnya.

Atau mungkin Anda menyesal karena sudah mengeluarkan waktu banyak untuk belajar, tapi belum juga berhasil. Bisa saja Anda sangat kecewa atau marah. Entah marah pada diri sendiri, pada guru Anda, pada kondisi, atau bahkan pada Allah.

Sikap demikian adalah hal wajar. Itu sangat manusiawi.

Jika Anda merasa demikian, berputus asa, menyesal, kecewa, dan marah, maka lakukanlah. Tapi cukup seperlunya saja. Tak perlu berlarut-larut. Anda mesti ikhlas. Sikap ikhlas dan menerima inilah yang perlu Anda tanamkan.

Saat keikhlasan dan penerimaan kondisi Anda saat ini bisa Anda lakukan, maka hidup Anda bisa lebih tenang dan damai. Bukankah ketenangan dan kedamaian hidup yang sesungguhnya Anda butuhkan?

Bukan keinginan atau harapan besar yang selalu Anda nanti-nanti, tapi berujung sakit hati? Karena harapan dan keinginanlah sumber dari kekecewaan dan sakit hati.

Oleh sebab itu, ikhlaslah dan terimalah dengan lapang dada. Katakan pada diri Anda sendiri, “Ya Allah, terima kasih atas kesempatan yang telah Engkau berikan karena bisa mempelajari ilmu hikmah. Walaupun saat ini aku belum berhasil menguasainya, aku terima, aku ikhlas, dan aku rela dengan sepenuh hatiku ya Allah. Maafkan aku jika mungkin menyalahkan-Mu entah secara langsung atau tidak. Aku sadari atau tidak. Sekali lagi, maafkan hamba-Mu ini dan terima kasih banyak ya Allah.”

Ucapkanlah dengan sepenuh hati dan resapi setiap kata-katanya. Agar hati Anda tersirami energi ketenangan dan kedamaian karena Anda sudah bisa ikhlas dan melepas semua beban dari keinginan dan harapan Anda selama ini.

Jika Anda ingin ingin belajar ilmu hikmah, Anda bisa kunjungi situs www.amalanhikmah.com