Syarat Ini yang Jadikan Benda Bertuah Bisa Datangkan Faedah

benda batu bertuah alamiApakah Anda adalah seorang pencinta sarana spiritual, ilmu, atau amalan? Sudahkah sarana, ilmu, amalan apa pun yang Anda miliki menunjukkan khasiatnya? Apakah manfaatnya telah Anda rasakan saat in?

Bila belum ada hasil, mungkin ada beberapa hal penyebabnya. Anda perlu tahu dan paham benar alasan mengapa benda spiritual, ilmu, sarana, atau amalan belum terasa faedahnya. Anda bisa baca artikel tentang 7 Alasan Kenapa Benda Bertuah atau Amalan Tak Terasa Khasiatnya

Jika Anda sudah memahami apa saja alasannya, kali ini Anda pun wajib tahu beberapa syarat agar benda bertuah atau amalan yang Anda lakukan bisa datangkan manfaat. Dengan mengetahui secara gamblang, maka benda bertuah yang Anda miliki nantinya benar-benar bisa Anda fungsikan dengan maksimal.

Banyak orang yang bertanya kepada saya, “Master Salam, bagaimana cara agar sarana spiritual yang saya miliki bisa berkhasiat? Kok belum ada reaksinya?” Ada juga pertanyaan lain yang serupa. “Bagaimanakah agar sarana spiritual yang saya miliki daya power energi yang lebih besar lagi?”

Beberapa pertanyaan itulah yang kerapkali muncul dari klien saya. Terlepas mereka menggunakan sarana atau amalan langsung dari saya atau tidak. Akan tetapi, saya sarankan jika Anda menggunakan sarana berupa benda bertuah atau amalan dari pakar lain, maka Anda perlu tanyakan langsung pada pakar atau orang yang memberinya.

Karena setiap pakar spiritual punya cara yang berbeda satu sama lain. Masing-masing punya teknik tersendiri dan tidak bisa disamakan. Namun, secara umum Anda perlu tahu kunci keberhasilan dari sarana atau amalan milik Anda dalam tulisan ini.

Sekali lagi, sarana spiritual, entah berupa benda bertuah batu permata, pusaka, atau apa pun, termasuk juga amalan, hanya sebagai bentuk ikhtiar batin. Namun, semuanya tak berarti bila tak Anda imbangi dengan usaha nyata.

Untuk itu, Anda perlu lakukan usaha nyata sesuai dengan kemampuan dan potensi yang Anda miliki. Sangat disarankan untuk belajar dan memperbaiki diri dan kesalahan agar ada perubahan yang lebih baik.

Belajarlah dari orang-orang yang telah berhasil pada sesuatu yang Anda inginkan saat ini. Misalnya agar jualan Anda laku dan laris, omset meroket, marketing, berbisnis, bisa mendapatkan cinta seseorang, jadi percaya diri, dan sebagainya.

Kalau Anda gagal pada cara yang Anda lakukan, carilah cara yang berbeda sesuai dengan kemampuan Anda sampai cara tersebut bisa berhasil untuk Anda. Karena setiap orang memiliki caranya masing-masing.

Setelah Anda berusaha dan tetap belum mendapatkan hasilnya, bisa jadi dalam diri Anda masih terselubung energi negatif yang sangat pekat/tebal. Kalau energi negatif masih melekat, maka gerbang keinginan Anda tak bisa berhasil tercapai.

Oleh karenanya, Anda perlu membersihkannya dengan cara yang akan saya berikan pada Anda sebentar lagi. Tata cara ini adalah sebuah konsep sekaligus mindset yang perlu Anda bangun. Perlu Anda praktekkan dalam kehidupan sehari-hari agar energi negatif segera terkikis habis dan tergantikan dengan energi positif.

Karena selain bisa melunturkan energi negatif dalam diri, cara yang akan saya ajarkan kepada Anda secara otomatis bisa membentuk selubung energi positif. Dan bila sering Anda lakukan sekaligus sudah menjadi kebiasaan dalam hidup Anda, maka sarana spiritual, ilmu, atau amalan akan bisa datangkan kemudahan dan keajaiban dalam diri Anda.

Syarat-syarat di bawah inilah yang perlu Anda penuhi agar energi negatif luntur sekaligus membangun energi positif dalam diri Anda. Dengan begitu, benda bertuah yang Anda miliki bisa berfungsi. Amalan yang Anda lakukan dapat Anda andalkan.

1. Ikhlas dan Menerima

Pertama yang Anda lakukan adalah ikhlas dan terima apa pun kondisi Anda saat ini. Bila Anda belum bisa legowo menerima keadaan diri Anda, maka itu akan sulit. Hati Anda terasa tak nyaman.

Yang tampak adalah kesedihan, merasa gagal, sakit hati, mengeluh, dan perasaan negatif yang lain. Agar Anda bisa membersihkan energi negatif dalam diri yang mungkin saja masih menebal, Anda perlu ikhlas, rela, dan menerima keadaan apa pun yang saat ini terjadi.

Banyak orang yang tidak bisa menerima hidupnya. Ia merasa susah, merasa Tuhan tak adil, sulit ekonomi, susah mencari pekerjaan, tak mudah mendapatkan cinta, dan lain sebagainya karena tidak mau ikhlas dengan dirinya.

Padahal, ikhlas ini adalah syarat pertama yang perlu ditanamkan dalam diri. Bila Anda masih saja belum mendapatkan manfaat dari sarana spiritual atau amalan, maka terima dan ikhlaskan saja.

Mungkin memang Tuhan belum menghendakinya. Namun, tetap yakinlah dengan ketentuan-Nya. Percaya dan mantap sepenuhnya bahwa Dia pasti memberikan yang Anda butuhkan, bukan yang Anda inginkan.

2. Pasrah Totalitas

Usai berusaha dan berikhtiar, baik secara lahir maupun batin, Anda perlu memasrahkan secara total kepada-Nya. Tak perlu ada perasaan takut, cemas, atau khawatir pada hasilnya. Apakah sesuai dengan yang Anda harapkan ataukah tidak.

Jika masih ada ketakutan, kecemasan, keraguan, dan kekhawatiran, artinya Anda belum pasrah total. Pasrah di sini bukan berarti putus asa. Sangat jauh berbeda. Putus asa itu menyerah.

Belum ada usaha atau usahanya baru sedikit, lantas tidak mau menyerahkan hasilnya pada yang Maha Kuasa. Pasrah bukanlah begitu. Anda perlu serahkan segala urusan Anda kepada-Nya.  Apa pun hasilnya, terima saja. Itulah yang terbaik untuk Anda.

3. Jangan Terlalu Berharap

Poin ke-3 ini mungkin berseberangan dengan judul artikel ini. Padahal, keinginannya adalah agar benda bertuah, sarana, ilmu, atau amalan bisa mendatangkan manfaat.

Memang. Tapi, tunggu dulu. Baca dulu kelanjutannya. Perlu Anda tahu bahwa harapan yang terlalu berlebihan, maka akan menimbulkan sakit hati jika harapan itu tak terwujud.

Dan seringkali orang yang merasa kecewa, gagal, sedih, putus asa, dan menyerah karena ia terlalu berharap pada hasil yang ingin dicapainya. Bila harapannya bisa terwujud, itu sangat bagus.

Sayangnya, banyak orang yang berharap, tapi tak mulus. Artinya, tidak sesuai dengan kehendaknya. Maka, Anda tak perlu terlalu berharap. Berharaplah sewajarnya. Bila perlu buang jauh-jauh harapan Anda kalau Anda mau dan mampu.

Cuek dan abaikan saja. Harapan hanya membuat Anda melekat pada hasil. Padahal, kunci tercapainya keinginan adalah tiadanya kemelekatan sehingga Anda tak merasa terbebani. Hati dan perasaan Anda pun tak terasa berat.

4. Syukuri Apa Pun

Hal yang sangat perlu Anda lakukan adalah bersyukur. Namun, tak hanya sekadar ucapan saja, tetapi yang paling penting adalah hati Anda. Kalaupun Anda mengucapkan kata syukur dengan memuji Tuhan atau berucap alhamdulillah, tapi hati Anda tak selaras, maka Anda belum bisa syukur sepenuhnya.

Syukur yang terucap hanya di bibir. Secara fisik saja. Tak mendalam. Padahal, makna syukur yang sesungguhnya adalah di level hati yang benar-benar bisa Anda rasakan. Bersyukurlah pada hal apa pun, dalam kondisi bagaimana pun, dan kapan pun.

Beryukurlah karena masih bisa memahar sebuah sarana, masih bisa mengamalkan ilmu, masih bisa bernafas, masih diberi kehidupan yang layak dibanding orang di bawah Anda, dan sebagainya.

Jika Anda masih merasa kurang, merasa belum mendapatkan manfaat dari sarana atau amalan, maka syukur belum ada dalam diri Anda. Jika ditelisik dan diamati, apakah benar Anda belum merasakan manfaatnya sama sekali?

Belum ada perubahan positif terhadap diri atau kehidupan Anda setelah menggunakan sarana atau amalan? Jangan-jangan, yang Anda amati hanya perasaan kurang sehingga meskipun sudah ada efek walau sedikit, Anda tak menyadarinya.

Coba pikir-pikir dan renungkan! Pastinya tidak sepenuhnya sarana atau amalan tersebut tak mengundang manfaat. Sekecil apa pun, setidaknya ada perubahan positif. Untuk itu, fokuslah pada hal-hal positif yang membuat Anda bisa syukur, bukan perasaan kurang atau merasa belum sehingga bisa menjadikan Anda kufur.

5. Selalu Berpikir dan Berperasaan Positif

Tak banyak orang yang bisa menerapkan konsep ini. Berpikir dan berperasaan positif. Tidak hanya pikiran saja yang positif, tetapi juga perasaan Anda harus positif. Justru, yang paling penting adalah perasaan Anda mesti selalu positif.

Tidak mudah memang. Akan tetapi, perlu Anda latih. Jika Anda sudah bisa ikhlas, pasrah, syukur maka perasaan Anda selalu positif. Pikiran Anda secara otomatis ikut positif pula.

Ingat-ingat saja hal-hal yang bisa membuat hati Anda merasa nyaman. Anda bisa mengingat sesuatu yang menyenangkan, seperti mendapat hadiah, dapat pujian dari teman, bos, suami, istri, rekan, dan sebagainya.

Lakukanlah apa pun yang membuat diri Anda bahagia dengan tetap menjaga etika dan norma-norma. Dengan rasa bahagia yang selalu Anda akses, maka pikiran dan perasaan positif bisa terbangun.

Lima poin di atas merupakan kunci dari segala keberhasilan semua sarana, ilmu, benda bertuah, dan amalan yang Anda lakukan. Ketika Anda bisa memenuhi syarat di atas, maka percepatan dalam pencapaian tujuan Anda segera terwujud.