Terapi Kecerdasan Anak

Rahasia Teknik Terapi Kecerdasan Anak Hanya dengan Berbisik tanpa Musik Klasik

Saya sangat bersemangat menulis artikel ini. Bagaimana tidak, ini soal anak. Ya, permasalahan anak yang cukup banyak dikeluhkan orang tuanya.

Dan tentu saja, seorang anak ini jika bisa didik dengan benar, mereka bisa menjadi harapan bangsa. Merekalah penerus bangsa kita.

Saat bangsa bisa dipimpin oleh generasi penerus yang cerdas, baik intelektualitas, emosional, dan spiritualnya, maka bangsa menjadi lebih baik lagi dibanding saat ini.

Baiklah, kita mulai saja.

Banyak sekali orang tua yang bingung bagaimana agar anaknya bisa pintar dan cerdas sehingga bisa meraih prestasi di sekolahnya.

Meski sudah dilakukan berbagai cara, tapi belum juga berhasil. Misalnya saja, didaftarkan ke tempat bimbingan belajar (bimbel), les privat, jam tambahan belajar, dan sebagainya.

Ketahuilah, cara-cara untuk memberi pemadatan jam belajar malah tambah mempersulit anak untuk mempelajari suatu pelajaran.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda jangan terlalu banyak menuntut anak untuk menurutui semua kemauan Anda.

Jangan jejali anak Anda dengan banyak sekali jam belajar. Itulah yang perlu Anda pahami dan laksanakan terlebih dulu.

Sebagai orang tua, pernahkah Anda menjumpai bahwa musik klasik ternyata bisa membantu sebagai terapi kecerdasan anak? Itu memang benar. Musik klasik bisa digunkan untuk terapi kecerdasan anak.

Namun, untuk bisa membuat anak cerdas dengan musik klasik, Anda benar-benar harus tahu musik klasik seperti apa yang benar-benar cocok? Karena tidak semua musik klasik cocok untuk dijadikan sebagai terapi kecerdasan anak.

Anda pun perlu seorang terapis atau ahli dalam bidang tersebut. Dan untuk mendatangkan seorang terapis, tentu saja dibutuhkan biaya, bukan? Jika Anda mampu, itu sangat bagus.

Tapi, jika Anda belum mampu untuk mendatangkan terapis atau konsultasi dengan terapis, Anda bisa lakukan cara yang akan saya bagikan pada Anda di artikel ini.

Dan maukah Anda saya beri tahu satu rahasia teknik terapi kecerdasan anak hanya dengan berbisik? Teknik ini sangatlah mudah.

Menariknya, Anda selaku orang tua bisa melakukannya sendiri di rumah.

Sebenarnya bukanlah berbisik biasa, tapi Anda perlu melakukan komunikasi batin dengan si anak saat dia sedang tidak terjaga, alias sedang tidur.

Karena saat tidur inilah, waktu yang sangat tepat untuk bisa berkomunikasi batin dengan sang anak. Pastikan saat Anda melakukan komunikasi dengan batinnya, sang anak dalam kondisi tertidur.

Baiklah, inilah tata caranya:

  1. Ganggu sedikit tidur si anak dengan mencolek si anak, tetapi tidak perlu sampai terbangun membuka mata. Hanya cukup respons sedikit dari si anak yang ditandai dengan bergeraknya badan, atau perubahan nafas, atau sedikit igauan yang dikeluarkan dengan suaranya, atau apa pun. Yang jelas, ketika Anda sedikit mengganggunya tidur, ada respons dari anak, tetapi tidak sampai bangun.
  2. Bila sudah ada respons, bicaralah kepadanya seperti biasa, tapi anak masih dalam keadaan tidur. Bicaralah seperti ini, ”(sebutkan mana anak) ini Bapak/Ibu ingin bicara sebentar dengan ………. Meski…… tertidur, …… tetaptapi masih bisa dengar suara Bapak/Ibu. Bila ….. mendengar, gerakkan jari ini.” Isian titik-titik sebutkan nama anak. Lalu sentuh jari tangannya mana pun, misalnya jari telunjuk. Tunggu sampai ada respons berupa gerakan jari telunjuk yang Anda sentuh tadi, walau sedikit. Jika sudah ada respons gerakan di jarinya, itu bagus. Artinya, dia sudah siap diajak berkomunikasi batin dengan Anda. Bila belum, lakukan berkali-kali hingga ia memberikan respons.
  3. Jika sudah terjadi respons, bicaralah dengan batinnya. Caranya seperti Anda berbicara seperti biasa. Namun sesungguhnya, Anda sedang berbicara dengan batinnya. Anda bisa berbicara dan mengatakannya apa pun. Misalnya, ”Mulai besok dan seterus, (sebutkan nama anak) bisa dengan mudah belajar Matematika atau sebutkan mapel lain.” Lalu sentuh jari yang Anda sentuh sebelumnya, biarkan dia merespons dengan menggerakkan jari yang Anda sentuh. Lakukan sampai 15 kali. Yang dimaksud satu kali hitungan adalah, berbicara dengan batinnya seperti contoh tersebut sehingga dia merespons komunikasi Anda dengan menggerakkan jarinya adalah dihitung 1 kali. Lakukan minimal 15 kali.
  4. Anda bisa mengganti kata-kata bercetak merah pada poin c dengan kata yang lain. Misalnya, agar dia bisa lebih mudah konsentrasi dalam belajar, mudah menghafalkan rumus, dan sebagainya. Hal yang terpenting adalah, prioritaskan pada satu masalah terlebih dulu agar energinya bisa fokus. Misalnya bila Anda mengharapkan dia bisa pintar matematika, maka fokuskan belajar matematika. Bila sudah terjadi perubahan, nilai atau prestainya membaik, baru Anda lakukan untuk hal lain. Jika Anda setiap malam melakukan komunikasi batin seperti itu, maka sangat memungkinkan dia bisa lebih pintar dan cerdas

Bila Anda, sebagai orang tua, tentunya ingin agar anak Anda bisa berprestasi bukan? Dan cara tersebut cukup mudah dan bisa digunakan oleh siapa pun.

Terutama Anda, orang tua yang ingin anaknya berprestasi di sekolah.

Lebih menarik lagi adalah, jika Anda memang butuh sarana terapi kecerdasan anak, Anda pun bisa menggunakan media berupa Batu Kristal.

Istimewanya, Batu Kristal ini bisa Anda pakai untuk menerapi anak ini dengan cara yang lebih mudah dan sangat praktis. Anda bisa baca informasinya terlebih dulu tentang Terapi Air Kecerdasan.

Harapan Saya, anak-anak di Indonesia bisa menjadi lebih cerdas, berawawasan, dan berilmu. Dengan begitu, kemajuan bangsa kita pun bisa lebih baik.

 

309 total views, 8 views today