Pesugihan

Memaknai Hakikat Pesugihan yang Sesat

PesugihanPesugihan. Kata itu mungkin saja pernah Anda dengar. Terutama bagi Anda orang Jawa yang masih kental dan lekat dengan budaya Jawa. Bahkan, pesugihan ini identik dengan hal mistis, klenik, dan jauh dari koridor syariat agama. Lantaran kelak ada tumbal yang mesti diberikan. Karena menyembah dan mengagungkan selain Tuhan. Jika caranya adalah demikian. Dan ini dikategorikan musyrik.

Cara mendapatkan pesugihan masih kental dengan hal-hal ritual dengan cara bermeditasi, bertapa, lalu dapat wangsit dan tiba-tiba kaya raya. Seakan mendapatkan bisikan dalam hatinya. Lantas, melakukan apa yang dijadikan wangsit tersebut. Sayangnya, ketika ia mencari pesugihan banyak orang yang benar-benar lupa akan Tuhannya.

Kekayaan yang dicari hanya untuk memperkaya diri dengan tidak menyandarkan diri pada Ilahi. Tidak mempedulikan apa akibatnya nanti. Yang terpenting di dalam hatinya adalah nafsu untuk kaya dan kaya raya. Meskipun harus ada tumbal yang diberikan nantinya. Inilah yang salah.

Terlepas dari itu semua, pesugihan memiliki arti tersendiri. Pesugihan berasal dari bahasa Jawa yaitu kata sugih yang artinya kaya. Lalu mendapatkan imbuhan hingga menjadi pesugihan yang bisa dimaknai dengan cara untuk mendapatkan kekayaan. Cara inilah yang identik dengan budaya atau ritual-ritual tertentu yang jauh dari ajaran syariat. Dipenuhi dengan keinginan nafsu hanya sekadar mendapatkan kepuasan diri, tapi lupa akan Tuhannya.

Pada dasarnya, mencari pesugihan adalah boleh kalau memang caranya benar. Lalu, bagaimanakah cara yang benar itu? Ya, kalau tetap mencarinya atas tujuan kebaikan. Niat untuk menghidupi keluarga dengan tetap Tuhan sebagai sandaran usahanya. Karena semua yang terjadi adalah atas kehendak-Nya.

Sejatinya, pesugihan bisa diartikan sebagai usaha untuk membuat diri menjadi kaya. Lebih utamanya adalah kaya secara materi. Dan sebenarnya banyak orang memiliki pesugihan dengan caranya masing-masing.

Misalnya saja bekerja, berdagang, jadi karyawan, dan sebagainya yang tujuannya untuk mendapatkan uang. Itu pun juga termasuk pesugihan. Terlebih lagi, pesugihan yang disandingkan dengan upaya spiritual dengan laku ritual tertentu. Maka, ini pun juga boleh dilakukan jika tetap menyandarkan diri pada Tuhan.

Karena pada dasarnya, yang membuat diri kita kaya adalah Tuhan dengan cara-Nya yang kita tak tahu. Salah satunya dengan menggunakan media ataupun sebuah sarana spiritual untuk mempercepat prosesnya. Tentu saja sarana tersebut hanyalah sebuah media dan perantara saja. Sedangkan penentu dan terwujudnya suatu impian yang kita harapkan adalah kehendak murni dari Tuhan dan usaha lahir yang kita lakukan.

Maka dari itu, untuk mendapatkan pesugihan bisa dengan cara yang beragam. Yang jelas dan paling utama, tetap sandarkan hati pada Ilahi untuk mendapatkan impian kita atas ridho-Nya. Bukannya malah melupakannya dan bersekutu dengan setan, baik setan dalam arti sebenarnya (jin) atau setan di dalam diri. Karena pada dasarnya setan itu berasal dari jin dan manusia.

Setan adalah sifat yang bermakna buruk atau jahat. Jika kita punya sifat yang buruk, berarti ada setan di dalam diri kita. Dan yang pasti, saat Anda mencari kekayaan (pesugihan) dengan niat suci bertujuan mencari ridho Tuhan sehingga kehidupan kita lebih berkah dan lebih berlimpah, maka keberuntungan dalam hal apa pun bisa Anda peroleh. Dan ingiat, sesungguhnya apa yang kita miliki itu semua hanyalah titipan semata, bukan milik kita yang sebenarnya.

2,202 total views, 3 views today