Maafkanlah, Maka Hidup Anda Jadi Lebih Mudah

Bila Anda saat ini masih punya kebencian, dendam kesumat, atau rasa tak suka dengan seseorang karena mereka telah berbuat salah, merendahkan, atau menghina Anda, maka jangan biarkan hal itu berlarut.

Karena bisa saja kesialan dan ketidakberuntungan apa pun yang Anda alami hingga kini, bermula dari perasaan benci pada orang-orang tertentu.

Dan tentu saja, rasa benci dan enggan memaafkan ataupun minta maaf bisa berdampak munculnya energi negatif yang menghambat kesuksesan dan kemudahan jalan hidup Anda.

Memaafkan. Ya, itulah hal yang mudah dikatakan, tapi sulit dilakukan. Memang, memaafkan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Perlu jiwa yang besar untuk itu. Mungkin saat ini Anda ingin memaafkan seseorang, tapi begitu susahnya.

Jika Anda saat ini sulit untuk memaafkan, maka dalam kali ini akan Saya ajarkan bagaimana cara memaafkan agar Anda terlepas dari beban perasaan atau rasa tak nyaman selama ini.

Orang yang tak bisa memaafkan hidupnya terasa berat. Bahkan, bisa berakibat hidup jadi susah. Parahnya, bila hingga kini Anda masih belum bisa memaafkan, maka impian kian sulit tercapai. Karena salah satu faktor terhambatnya doa atau keinginan adalah tidak bisa memaafkan.

Buruknya lagi, penyakit bisa berdatangan. Karena menurut penelitian, 80% penyebab penyakit adalah faktor pikiran dan perasaan yang negatif. Inilah yang disebut psikosomatis. Sisanya, 20% baru benar-benar murni dari virus ataupun bakteri.

Tentu saja Anda tidak ingin seperti itu, bukan?

Rasa marah, benci, kecewa, dendam, dan perasaan negatif lainnya yang masih bersemayam dalam hati, menimbulkan energi negatif.

Dan ketika energi negatif ini masih saja melekat, maka akan sulit mewujudkan keinginan. Oleh karenanya, maafkanlah orang yang saat ini masih Anda benci.

Bahkan, termasuk maafkanlah diri Anda sendiri. Karena sebenarnya banyak orang yang tak sadar bahwa mereka belum memaafkan dirinya sendiri. Salah satu cirinya adalah menyesal yang terlalu mendalam.

Menyesal atas kesalahan lampau yang masih saja diingat-ingat sehingga sulit untuk terlepas dari kesalahan tersebut. Untuk itu, maafkan diri Anda sendiri terlebih dulu. Baru kemudian maafkanlah orang lain yang telah menyakiti Anda.

Dan jika Anda sudah berusaha untuk memaafkan orang lain, tapi masih ada rasa benci dan dendam, maka Anda bisa membalas perlakukan orang tersebut. Namun, membalas di sini bukan secara langsung, melainkan tak langsung.

Membalas di level mental, bukan fisik. Bukan berarti saya mengajarkan keburukan. Hanya saja, itulah salah satu cara terbaik. Saya akan jelaskan sekarang sekaligus Anda bisa langsung mengikutinya.

Anda bisa lakukan di mana pun. Yang jelas adalah saat Anda melakukannya bisa dengan leluasa untuk meluapkan emosi Anda nantinya.

Bila Anda sudah tentukan waktu dan tempatnya, Anda bisa memulainya sekarang. Bagaimana, sudah siap?

Baiklah, silahkan Anda mulai. Pertama, Duduk dan pejamkan mata Anda. Sebelumnya, Anda bisa berdoa kepada-Nya sesuai agama dan keyakinan Anda.

Selanjutnya, ingat-ingat peristiwa perlakuan orang yang membuat Anda sedih, kesal, kecewa, dan sebagainya. Ingat juga semua peristiwa yang membuat Anda sangat marah kepadanya.

Luapkan semua kekesalan Anda padanya. Anda bisa memaki-makinya, memarahinya, memukulnya dalam imajinasi Anda, dan sebagainya. Salurkan semua kemarahan Anda. Lakukan yang menurut Anda setimpal dalam imajinasi Anda.

Lakukan terus hingga perasaan yang menyesaki dada dan tubuh keluar, mengalir, dan menghilang. Lakukan sampai benar-benar ada perasaan lega. Jangan berhenti sebelum Anda merasa lega.

Setelah dirasa cukup, silahkan buka mata. Apa yang Anda rasakan? Apakah sudah mulai lega? Atau sudah sangat lega? Jika demikian, itu bagus. Namun, bila masih ada rasa nyesak di dada dan masih menyisakan kemarahan, lakukan lagi hingga benar-benar rasa lega muncul. Jika sudah terasa lega, Anda bisa mulai memaafkan orang tersebut.

Kedua, sekarang, dalam kondisi mata terpejam, hadirkan kembali orang yang Anda benci dalam imajinasi Anda.

Jika tak bisa berimajinasi, rasakan saja kehadirannya. Lalu, bilang pada orang tersebut bahwa Anda telah memaafkannya.

Anda bisa mengucapkan begini, “Wahai (sebutkan namanya) Saya memaafkanmu dengan sepenuh hatiku. Saya sudah tak lagi marah padamu. Setulus hati, saya mengampuni semua kesalahanmu.”

Anda bisa katakan dengan redaksi kata-kata yang berbeda. Yang jelas adalah katakan seolah-olah Anda berkomunikasi dalam imajinasi atau benak Anda untuk memaafkan orang yang Anda benci tersebut.

Rasakan kedamaian dalam hati dan batin Anda. Rasakan sampai benar-benar muncul rasa nyaman dan damai di hati.

Ketiga, Doakan orang tersebut. Jika kedamaian sudah bersemayam dalam hati Anda, selanjutnya doakan orang tersebut.

Misalnya “Ya Tuhan kasihanilah (sebutkan nama orang tersebut), berikan kemurahan-Mu kepadanya, berikanlah kebaikan kepadanya.” Lakukanlah dengan sepenuh hati hingga hati Anda hanya diliputi kedamaian.

Lakukanlah berulang-ulang dan silakan buka mata bila Anda telah mendapatkan apa yang Anda inginkan, yaitu menghilangnya rasa sesak di dada. Musnahnya perasaan benci, muncul rasa damai dan begitu tenang di jiwa.

Itulah tata cara memaafkan yang bisa Anda lakukan. Lakukanlah berkali-kali hingga Anda benar-benar bisa benar-benar memaafkan.

amalan hikmah

1,863 total views, 6 views today