khusyuk

Khusyuklah dalam Hidup, Niscaya Kebahagiaan Tak Akan Redup

khusyukTidak hanya soal beribadah saja yang dianjurkan untuk khusyuk. Bahkan, dalam kehidupan sehari-hari pun, kita perlu khusyuk. Sehingga dengan sikap itu, kita bisa lebih tenang dan damai dalam menjalani suatu kehidupan yang tengah kita arungi.

Memang, khusyuk sangat dibutuhkan dalam setiap rutinitas yang sedang kita lakoni. Sayangnya, tak semua orang bisa menjalaninya dengan baik. Atau justru malah mereka tidak tahu bahwa hidup itu butuh kekhusyukan.

Dalam KBBI, khusyuk diartikan sebagai wujud penuh penyerahan dan kebulatan hati; sungguh-sungguh; penuh kerendahan hati. Ada tiga makna istilah khusyuk dalam kamus itu. Namun, jika diartikan sesuai dengan konteks kehidupan, khusyuk berarti memberikan perhatian penuh dalam setiap hal yang dikerjakan. Dalam aktivitasnya selalu melakukan hal dengan sungguh-sungguh.

Sebagai contoh, saat Anda sedang membaca koran atau menonton berita. Meskipun mata Anda tertuju pada koran atau layar TV, tetapi batin Anda atau pikiran Anda tidak selaras, tidak bisa menyatu, atau tak bisa menikmati apa yang sedang Anda kerjakan, berarti Anda tidak bisa dikatakan khusyuk. Pikiran Anda tidak berada pada koran yang sedang Anda baca atau TV yang sedang Anda tonton sehingga rasa nikmat itu tidak ada.

Hal yang sama juga berlaku ketika Anda hendak istirahat. Meski mata Anda terpejam, tetapi pikiran Anda melayang ke mana-mana sehingga akhirnya Anda pun tak bisa istirahat atau tidur. Atau contoh lain saat Anda sedang dalam perjalanan ke kantor, kuliah, atau pergi ke suatu tempat, Anda tidak menikmati perjalanan karena pikiran Anda tidak sungguh-sungguh dalam keadaan ‘sedang’ dalam perjalanan tersebut. Dan masih banyak contoh lainnya.

Ketika pikiran, tindakan, ucapan, dan hati tidak terjadi sinkronisasi, maka Anda belum bisa dikatakan khusyuk. Hal itu sama halnya saat Anda sedang sholat, meskipun Anda membaca bacaan sholat, tetapi seringnya pikiran dan hati Anda tidak bisa menyatu dengan gerakan sholat tersebut. Maka, Anda tidak bisa dikatakan sebagai orang yang khusyuk sholatnya.

Sejatinya, memanglah tidak mudah dalam menerapkan sholat khusyuk. Apalagi jikalau kita sudah benar-benar hafal sekali bacaan sholat serta gerakannya. Seakan hal itu di luar kepala. Justru, malah hafalan itu kurang memberikan rasa perhatian terhadap apa yang sedang kita baca. Akibatnya, khusyuk pun tidak bisa kita peroleh karena tidak sungguh-sungguh dalam menyatukan pikiran, hati, jiwa, ucapan, dan gerakan sholat.

Berbeda ketika waktu dulu Anda baru mulai belajar sholat, baru bisa latihan menghafal bacaannya, maka perhatian Anda masih pada bacaan sehingga konsentrasi Anda tetap pada bacaan tersebut. Itu lebih baik karena masih ada perhatian terhadap bacaan, meski baru tahap belajar.

Lalu, ketika sudah lancar hafalannya dan seharusnya bisa naik level sedikit lebih tinggi dari sebelumnya, ternyata Anda melupakan esensi dari bacaan sholat itu sendiri. Pikiran Anda ke mana-mana, hati dan pikiran Anda buyar tak menentu, sehingga khusyuk pun tidak Anda peroleh. Padahal, itulah faktor penentu keskhusyukan dalam sholat.

Begitu juga dengan kehidupan. Saat Anda melakukan aktivitas yang sedang Anda lakukan, tetapi pikiran dan hati Anda pergi ke mana-mana, maka Anda belum bisa khusyuk dalam aktivitas yang sedang Anda kerjakan saat itu. Inilah sebabnya, banyak orang yang merasakan kesengsaraan, sakit, sedih, kecewa, merana, stress, pusing dan berbagai dampak buruk lainnya. Karena hidupnya tidak bisa khusyuk.

Banyak pula yang sakit secara fisik maupun mental karena mereka memang tidak bisa atau belum bisa menerapkan sikap khusyuk dalam hidup. Hal inilah yang perlu dilatih. Karena banyak orang yang kurang atau bahkan sama sekali tidak melatihnya, maka dia pun tidak tahu caranya.

Saya pun juga demikian. Masih belum bisa sepenuhnya khusyuk dalam kehidupan sehingga terkadang muncul gejolak hati, jiwa, pikiran, dan akhirnya bisa berimbas ke tingkah laku negatif. Untuk itu, melalui tulisan ini, saya mengajak Anda untuk sama-sama berlatih agar bisa khusyuk dalam setiap aktivitas yang sedang kita kerjakan.

Salah satu kunci untuk bisa khusyuk dalam setiap kegiatan yang sedang dilakukan yaitu dengan cara ‘menyadari’ setiap apa yang sedang kita kerjakan. Tentu saja hal ini memang dibutuhkan latihan setiap hari agar kita terbiasa untuk khusyuk dalam hal apa pun yang sedang kita kerjakan. Termasuk juga nanti akan berimbas positif dalam ibadah kita karena sudah terbiasa melatihnya.

Jika saat ini Anda sedang makan, misalnya, kemudian tiba-tiba Anda teringat dengan hal lain lagi. Entah pekerjaan Anda, tugas Anda, atau apa pun yang tiba-tiba muncul di pikiran Anda, maka segeralah tersadar untuk fokus dan kembali pada apa yang sedang Anda makan. Atau bila Anda saat ini sedang membaca tulisan saya, tetapi kemudian tiba-tiba teringat sesuatu di luar apa yang sedang Anda baca saat ini, maka setelah sadar, kembalilah untuk fokus lagi melanjutkan membaca tulisan ini.

Saat Anda sudah terlatih untuk bisa khusyuk, maka kenikmatan pasti akan bisa dengan mudah Anda rasakan. Bahkan, rasa damai dan bahagia pastinya Anda peroleh karena Anda sudah bisa menyelaraskan, hati, pikiran, ucapan, dan tindakan Anda. Saat semua sudah menyatu, maka hanya kebahagiaanlah dan bahkan rasa syukur bisa terucap dari lubuk hati Anda terdalam.

1,087 total views, 1 views today