Ilmu Kekayaan Sejati

Inilah Rahasia Ilmu Kekayaan Sejati yang Tak Banyak Diketahui

Ilmu Kekayaan SejatiBagi sebagian besar orang, kaya adalah suatu impian. Bagaimana tidak, dengan memiliki kekayaan, maka mereka bisa mempunyai banyak hal dan sangat berpeluang melakukan apa pun. Misalnya jalan-jalan, beli mobil, beli rumah, apartemen, dan berbagai keperluan mewah lainnya.

Sayangnya, pola pikir di benak banyak orang, kaya hanyalah soal materi. Dan definisi kaya setiap orang pun berbeda. Sesungguhnya, kaya hanyalah soal mindset saja. Ada orang yang kaya ketika punya uang 10 juta. Berbeda dengan orang yang merasa kaya ketika uangnya sudah 100 juta. Ada pula orang yang sudah memiliki perasaan kaya ketika uangnya mencapai 1 M, dan sebagainya.

Memang, kaya identik dengan finansial. Namun, tidak hanya itu. Ada yang lebih penting lagi selain materi. Di antaranya adalah kaya hati, kaya pengetahuan, kaya ilmu, kaya amal, dan berbagai kekayaan yang lain.

Untuk menjadi pribadi yang kaya, tentu saja dibutuhkan ilmu agar mendapatkan itu. Agar kekayaannya tidak hanya mencakup materi dan finansial saja, maka dibutuhkan ilmu kekayaan sejati. Ya, memang. Ilmu kekayaan sejati inilah yang bisa mengantarkan kita menjadi orang yang semurni-murninya kaya.

Ilmu kekayaan sejati ini diperoleh dengan cara belajar. Belajar dari apa pun, kapan pun, dan di mana pun. Orang bisa mendapatkan ilmu sumbernya banyak. Bisa dengan baca buku, berdiskusi dengan orang, belajar dari lingkungan, dari alam, dan berbagai media lainnya.

Namun, pada dasarnya untuk mendapatkan ilmu kekayaan sejati diperlukan yang namanya istikomah. Istikomah dalam beramal, istikomah dalam belajar, melakukan amalan, dan apa pun yang perlu dilakukan secara ajeg atau konstan.

Suatu kisah, ada dua murid yang telah diberi suatu amalan ilmu kekayaan oleh seorang guru. Katakanlah murid A dan B. Gurunya berpesan bahwa dalam melakukan amalan tersebut perlu ketekunan dan kesabaran, niscaya kebahagiaan akan diperoleh. Para murid pun berjanji untuk melakukan amalan ilmu kekayaan tersebut. (Baca juga Amalan Alwaqiah)

Mereka begitu senang saat diberi amalan ilmu kekayaan tersebut. Baginya, dengan ilmu kekayaan itu, suatu saat ia akan memperoleh kedamaian dan keberkahan hidup. Begitulah yang ia harapkan sesuai dengan petuah sang guru. Lalu, mereka pun mengamalkannya persis yang diperintahkan sang guru.

Murid A, begitu antusias melakukannya. Begitu juga murid B. Setiap hari mereka melakukan amalan itu sesuai dnegan tuntunan sang guru. Beberapa minggu kemudian, bulan, bahkan berthun-tahun, mereka tetap melakukan amalan itu. Namun, murid A pun mulai merasa enggan dan bosan melakukan amalan ilmu kekayaan. Ia sudah merasaka tak kuat dan tak mampu. Akhirnya, ia pun meninggalkannya.

Berbeda dengan murid B. Ia tetap selalu konsisten dalam melakukan amalan. Ia tetap bersabar dan selalu menjalani apa yang diperintahkan sang guru. Ia tak mau mengecewakan sang guru karena perintahnya tak dilakukan dengan baik dan istikomah.

Waktu berlalu sudah. Bertahun-tahun lamanya. Suatu saat, murid A dan B diminta sang guru untuk menghadap. Benar. Hidup mereka mulai mengalami perubahan. Namun, ada perbedaan yang begitu jauh di antara keduanya.

Murid A terlihat begitu lesu, pakaiannya lusuh dan seakan tak terurus. Berbeda dengan murid B. Wajahnya tampak begitu teduh, pakaiannya bagus, membawa kendaraan mewah, begitu berkarismatik, dan diberi keberlimpahan.

Saat ditanya oleh sang guru, “Wahai muridku, apakah kalian masih melakukan amalan ilmu kekayaan dariku?” tanya sang guru. Murid A menggelengkan kepala. Sedangkan murid B berucap, “Saya masih selalu melakukan amalan yang Guru berikan sampai sekarang.” Sang guru pun tersenyum pada murid B.

Dari kisah di atas terlihat begitu jelas bahwa ilmu kekayaan yang dilakukan secara istikomah sampai kapan pun, maka itulah yang disebut sebagai ilmu kekayaan sejati. Ya, amalan murni yang merasuk ke hati hingga seakan ada yang hilang jika ditinggalkan.

Maka, istikomah dalam beribadah merupakan hal penting ketimbang hanya antusias dan menggebu-gebu di awal. Memang, ini sangat berat. Tapi, kalau mampu melakukannya, maka keberkahan hidup akan selalu tercurahkan.

8,682 total views, 13 views today