doa ketenangan hati

Rahasia Doa Ketenangan Hati untuk Hidup yang Sejati

doa ketenangan hatiPernahkah Anda berdoa untuk ketenangan hati, tapi belum juga merasa tenang? Padahal, berbagai wirid, amalan, atau dzikir sudah Anda kumandangkan. Namun, masih saja pikiran Anda berkutat pada persoalan hidup yang Anda hadapi sehingga hati Anda tak tenang. Jika jawaban Anda adalah Iya, maka sebentar lagi Anda akan tahu rahasia doa yang sesungguhnya.

Dalam hidup, pastinya muncul masalah atau persoalan yang mesti dihadapi. Selama kita masih bernafas di dunia, masalah pasti ada. Entah tentang finansial atau ekonomi, keharmonisan rumah tangga, pergaulan dalam masyarakat, kesehatan, hubungan asmara, spiritualitas, dan berbagai persoalan hidup lainnya.  

Masalah yang muncul dan belum kunjung usai, tentu saja membuat hati tidak tenang. Bahkan, ketika dipikirkan secara intens seakan masalah kian menjadi rumit dan ruwet saja. Itu memang benar. Karena Anda berpikir pada persoalannya, bukan solusinya. Inilah yang dilakukan kebanyakan orang tanpa ia sadari. Padahal, jika yang dipikirkan adalah masalah yang membuatnya tidak tenang, justru ketidaktenangan hati akan semakin menjadi-jadi.

Kalau tak segera ditangani, timbul depresi atau malah jadi tidak waras. Lebih jauh lagi, bisa saja ia akan lari dari masalah hidup dan akhirnya bunuh diri. Naudzubillah min dzalik. Siapa pun Anda, jika dihadapkan dengan persoalan, maka renungkanlah. Cari solusinya, bukan masalahnya.

Lalu, bagaimanakah caranya untuk bisa menemukan solusi? Bicara pada diri Anda terlebih dulu. Sanggupkah Anda mencari solusinya atau tidak? Jika tidak, mintalah kepada Tuhanmu. Bisa dengan berdzikir, melakukan wirid, atau amalan tertentu. Cara ini pun bisa dilakukan untuk mendapatkan ketenangan. Saat hati tenang ketika berdzikir dan memasrahkan semua urusan Anda kepada-Nya, secara otomatis, akan ada tuntunan dari Tuhan.

Sayangnya, terkadang, ada orang yang sudah berdzikir atau melakukan wirid, tapi ia belum bisa tenang. Belum menuai hasil. Malah semakin hatinya menjadi tak karuan. Jika hal itu terjadi, maka ada yang salah dalam dirinya. Bukan berarti wirid atau amalannya tidak mampu membuat hatinya tenang.

Yang jadi persoalan adalah dirinya sendiri yang belum ada niat secara tulus dalam menciptakan ketenangan hati. Meski Anda sudah berdoa untuk ketenangan hati sekalipun, kalau tidak ada niat yang kuat dari dalam diri Anda, pikiran Anda masih berkutat pada persoalan dan permasalahan yang sedang Anda hadapi, maka dijamin, ketenangan hati tidak akan bisa Anda peroleh.

Anda perlu tahu rahasia agar hati Anda tenang. Agar doa ketenangan hati Anda bisa benar-benar Anda rasakan. Tidak harus berdoa secara formal usai beribadah, tapi kapan pun Anda bisa berdoa.  Inilah langkah-langkahnya:

1. Tanamkan Niat

Hal utama adalah niat yang kuat dalam diri Anda. Jika memang ingin hati Anda tenang, maka tancapkan niat yang kuat untuk menyelesaikan masalah Anda, bukan berpikir tentang masalah. Jadi, saat Anda berdzikir, lupakan masalah Anda.

Fokuskan pada apa yang Anda baca. Rasakan saja energi dzikir mengalir dalam diri Anda. Atau jika Anda sedang bermeditasi, maka fokuskan saja pada nafas Anda. Rasakan energi yang mengalir dalam tubuh Anda.

Kalaupun pikiran Anda masih ke mana-mana saat bermeditasi, maka segera sadari ketika Anda teringat, lalu kembalilah pada keluar masuknya nafas. Anda bisa menyebut nama Tuhan dalam agama Anda saat bermeditasi. Saat nafas keluar masuk, Anda sebutkan nama Tuhan Anda sebagai pengingat atau dzikir.

2. Ikhlas dan syukur

Memang, saat ditimpa suatu masalah, psikologi dan mental jadi down. Kondisi pikiran tak nyaman dan berbagai perasaan negatif muncul. Hal itu terjadi karena Anda tidak ikhlas menerima kondisi Anda.

Sebaiknya, terima dan ikhlaskan diri Anda sedang menerima suatu cobaan atau ujian tersebut. Ridhalah terhadap ketentuan-Nya. Sadari bahwa Anda memang sedang mendapatkan suatu ketidaknyamanan terhadap masalah yang Anda hadapi.

Ikhlaslah dengan sepenuh hati, bukan sesaat. Banyak orang yang memang ikhlas ketika ada masalah. Namun, kadang pun ikhlas itu lenyap dan kembali tak rela jika ia punya masalah. Berarti, ia belum sepenuhnya ikhlas.

Memang, tidak gampang untuk bisa ikhlas. Tapi, jika dilatih terus-menerus, pastinya segera bisa dan mampu Anda kuasai. Hanya perlu dilatih dan dibiasakan saja. Tidak hanya ikhlas saja, tetapi juga sikap bersyukur perlu ditumbuhkan.

Syukur tidak hanya saat Anda menerima suatu kenikmatan saja. Lebih dari itu, justru, bersyukurlah terlebih dulu, maka kenikmatan akan Anda peroleh. Bukan sebaliknya. Orang yang bisa bersyukur, maka ia akan merasakan suatu kebahagiaan rohani di dalam dirinya.

Anda bisa bersyukur pada apa pun. Apa yang masih Anda miliki dan apa yang sudah pernah Anda miliki. Tentu saja pasti ada yang masih bisa Anda syukuri. Dan orang yang bersyukur pun kelak nikmatnya akan ditambah, tanpa terkecuali.

Bersyukur beragam caranya. Salah satunya mengucapkan terima kasih. Berterima kasihlah pada Tuhan atas apa pun yang telah diberikan kepada Anda. Berterima kasihlah pada tubuh, anggota tubuh, dan pikiran Anda yang masih setia melekat dalam diri Anda.

Atau bisa juga bersyukur dengan cara memberikan bantuan pada orang yang membutuhkan. Bisa dengan bersedekah harta, pikiran, atau tenaga. Apa pun yang Anda miliki, Anda bisa memberikannya kepada saudara yang membutuhkan.

3. Berikihtiar dan berpasrah

Ikhtiar adalah berusaha, baik secara lahir maupun batin. Keduanya harus seimbang. Tidak ada suatu pencapaian tanpa adanya usaha keras. Faktanya, meski orang yang terlihat hanya berdzikir atau melakukan wirid saja, ia pun sesungguhnya berusaha keras dalam kinerja hatinya. Malahan, hal ini yang biasanya lebih berhasil. Karena sesuatu yang di dalam akan terwujud keluar.

Orang yang berusaha secara rohani, maka akan melahirkan berbagai kemudahan dalam hidupnya. Memang, jika dilihat, seakan ia tak berikhtiar secara lahir. Tapi, pada hakikatnya, ia berikhtiar secara batin (rohani/qolbu), dan akan terbentuk pada wujud nyata.

Dan ketika Anda sudah berusaha secara lahir, tapi belum juga berhasil, bisa saja upaya batin atau sesuatu di dalam diri Anda belum Anda maksimalkan. Maka, sejatinya adalah sesuatu yang ada di dalam diri Anda, batin Anda, hati Anda yang perlu digali sehingga akan berpengaruh pada wujud fisik.

Nah, setelah Anda berupaya, maka Anda perlu berpasrah. Pasrah ini menyerahkan semua urusan Anda kepada-Nya. Karena sejatinya yang memiliki segalanya adalah Tuhan. Anda tak bisa mengatur Tuhan. Anda tak bisa menuntut Tuhan harus memenuhi apa yang Anda inginkan.

Justru, ketika Anda terlalu ingin keluar dari masalah Anda, hati Anda semakin tidak tenang, Anda merasa usaha Anda sia-sia. Jika yang Anda rasakan demikian, Anda belum bisa pasrah. Biarkanlah Tuhan yang mengatur hidup Anda. Apa pun yang terjadi, lepaskan saja, ikhlaskan saja, dan terima saja.

Jangan terlalu berharap pada hasil. Saat ada rasa “terlalu berharap”, justru malah tidak ada hasil. Sekali lagi, pasrahkan saja apa pun yang terjadi nantinya. Lakukan semampu Anda, sesuai dengan apa yang bisa Anda upayakan tanpa harus terlalu nafsu pada hasil yang Anda inginkan. Hal inilah yang membuat semuanya terasa jadi begitu mudah.

4. Munculkan perasaan positif

Ada artikel saya yang berkaitan dengan poin 4 ini. Anda bisa membaca tulisan saya tentang perasaan positif. Saat hati tak tenang, tentu saja pikiran kacau. Begitu juga sebaliknya. Keduanya saling berhubungan.

Mengakses perasaan positif ini sangat penting. Saat Anda bisa merasakan perasaan positif, tentu saja pikiran ikut positif. Dan sebaliknya. Dua perasaan (positif dan negatif) tidak bisa masuk dalam area diri Anda. Jika Anda merasakan hal positif, tentu hal negatif tidak Anda alami. Begitu pun sebaliknya.

Ketika Anda merasakan perasaan negatif, katakanlah takut, khawatir, kecewa, gelisah, atau sedih pastinya akan berpengaruh pada hati Anda yang juga negatif. Maka, segeralah ubah perasaan negatif itu menjadi positif. Ada cara untuk melakukannya. Misalnya Anda pikirkan pengalaman yang membuat Anda bahagia.

Contohnya, Anda mendapatkan hadiah dari sang kekasih, ditraktir teman, mendapatkan pujian atas prestasi Anda, rekreasi bersama keluarga atau teman-teman, sesuatu yang membuat Anda ketawa, atau yang lain. Dengan begitu, perasaan Anda akan berangsur-angsur berubah menjadi positif.

Atau bisa juga Anda sadari dan Anda bersyukur terhadap apa yang bisa Anda syukuri. Entah berupa suami/istri yang setia menemani Anda, kesehatan, anak yang lucu, tempat tinggal yang masih bisa dihuni, kendaraan yang masih bisa dipakai, dan sebagainya.

Kuncinya adalah, akses perasaan positif sebisa Anda. Maka, kebahagiaan bisa Anda peroleh. Pada akhirnya, ketenangan batin bisa Anda capai dengan mudah. Hal ini pastinya perlu dilatih setiap hari agar Anda terbiasa. Saat sesuatu negatif menimpa Anda, maka Anda pun telah mahir mengubah perasaan Anda menjadi positif.

Sesungguhnya, doa itu ada di dalam hati. Bukan hanya diucapkan saja. Ketika ucapan dan hati Anda tidak terjadi keselarasan, maka ucapan Anda akan kalah, perasaan dalam hati Anda itulah yang menang.

Sama halnya ketika Anda berdoa untuk ketenangan hati. Meski Anda berdzikir wirid ratusan kali, tetapi hati Anda masih belum bisa merasakan nikmatnya wirid itu, maka hati Anda tetap tidak bisa tenang. Sebaliknya, meskipun Anda tak melakukan dzikir atau wirid sekalipun, tetapi Anda sudah bisa menciptakan batin dan hati Anda untuk tenang, maka ketenangan hati bisa Anda wujudkan dengan mudah.

27,117 total views, 32 views today