ayat seribu dinar

Bohong Jika Amalan Ayat Seribu Dinar Bisa Jadikan Anda Kaya Raya

Mungkin Anda tercengang baca judul artikel ini. Memang benar. Ini adalah fakta. Apakah Anda pengamal amalan ayat seribu dinar saat ini?

Entah Anda dapatkan amalannya dari internet, guru, ustadz, atau kiai Anda, lalu Anda amalkan. Dan sudahkah Anda kaya saat ini? Jika Anda benar-benar menjadi kaya berkat amalan ayat seribu dinar, saya ucapkan selamat.

Berarti Anda bukan termasuk orang yang saya maksudkan di artikel ini. Artikel yang saya tulis ini adalah bagi Anda yang belum merasakan manfaat dari amalan yang Anda amalkan.

Terlebih lagi bagi Anda yang belum mengamalkannya. Anda perlu baca artikel ini sampai selesai.

Dan bila Anda belum kaya, atau belum mendapatkan khasiatnya sama sekali setelah mengamalkan amalan ini, bisa jadi ada yang salah dalam diri Anda.

Kabar baiknya, Anda tidak sendirian. Ya, banyak orang di luar sana belum menjadi kaya meski sudah lama, bahkan bertahun-tahun mengamalkan ayat seribu dinar.

Parahnya lagi, jika Anda mengamalkan amalan ini lewat internet tanpa bimbingan dari seorang guru. Apalagi mendapatkan ijazah dari sang guru. Anda asal mengamalkannya dari internet tanpa melalui proses ijazah amalan dari seorang guru.

Jika Anda belum tahu apa itu ijazah, saya jelaskan. Ijazah adalah suatu izin atau restu dari seorang guru kepada muridnya untuk mengamalkan suatu amalan atau menggunakan sebuah sarana spiritual.

Tanpa adanya ijazah, maka keberkahan berkurang. Bahkan, bisa saja tidak mendapatkan khasiatnya sama sekali. Inilah alasan kenapa suatu amalan tak mendatangkan manfaat atau berkah sama sekali.

Secara spiritualitas, ijazah adalah jalan batin untuk mengamalkan amalan yang diberikan oleh guru kepada muridnya.

Bagi Anda yang belum tahu amalan ayat seribu dinar, saya jelaskan apa itu dan bagaimana bunyi ayatnya. Berikut inilah penjelasannya.

Ayat seribu dinar merupakan ayat yang diambil dari Al-Quran dan dikhususkan untuk kerezekian. Ketika Anda mengamalkannya, maka Anda lebih mudah mendapatkan rezeki dari mana pun tanpa Anda duga sebelumnya.

Amalan ini berasal dari surat At-Tholaq ayat 2-3. Berikut inilah bunyi ayatnya.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا .

“waman yattaqillaha yaj’al lahu makhrajan(2) Wayarzuqhu min haitsu laa yahtasibu waman yatawakkal ‘alallahi fahuwa hasbuhu innallaha baalighu amrihi qad ja’alallahu likulli syai-in qadran(3)”

Artinya: Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. Ath Tholaq: 2-3)

Lantas bagaimanakah cara mengamalkannya? Saya tidak menjelaskannya di artikel ini. Jika Anda ingin mengamalkannya, Anda bisa minta ijazah terlebih dulu kepada Saya.

Atau, Anda bisa mendapatkan ijazah gratisnya ketika memahar sarana saya Batu Seribu Dinar. Anda bisa dapatkan amalan gratis sekaligus sarana kekayaan yang bisa Anda pakai sebagai wasilah mendapatkan berbagai keberuntungan rezeki dalam hidup Anda atas izin dan kuasa-Nya.

Seperti yang saya katakan bahwa mengamalkan amalan ayat seribu dinar tidak bisa mendatangkan kekayaan dalam hidup Anda karena beberapa alasan. Selain alasan Anda tidak mendapatkan ijazah, ada hal lain yang mempengaruhinya. Di antaranya adalah sebagai berikut.

Tidak Istikomah

Istikomah adalah suatu keharusan. Dan sangat penting jika Anda mengamalkan suatu amalan hikmah. Karena buah dari amalan bersumber dari amalan yang bisa diistikomahkan. Ajeg dan selalu kontinyu (terus-menerus) mengamalkannya.

Para wali pun pernah mengatakan bahwa istikomah itu lebih baik dari seribu karomah. Ketika Anda bisa istikomah, maka Anda bisa mendapatkan khasiatnya.

Tapi, sayangnya banyak orang tak bisa istikomah. Dan memang. Istikomah adalah hal yang sulit. Menjadi sulit disebabkan Anda menjadikannya sebagai beban. Dan Anda tidak ada niat yang sungguh-sungguh dalam menjalankannya.

 

Merasa Terbebani

Terkadang, saat Anda mengamalkan suatu amalan, ada ketentuan jumlah bilangan. Entah dibaca puluhan kali, ratusan, atau bahkan ribuan kali. Inilah yang berbahaya.

Jika Anda merasa jumlah bilangan hanya menjadikan Anda sebagai beban, maka amalan tersebut akan sulit membuahkan berkah. Karena Anda tidak ada keikhlasan dalam mengamalkannya.

Oleh karena itu, amalkanlah dengan rasa nyaman dan suka cita. Nikmatilah saat mengamalkannya. Rasakan kenikmatan bersama-Nya. Ketika Anda bisa mengamalkan dengan penuh hikmad, maka Anda tak merasa terbebani.

Selain itu, kurangi jumlah bilangannya sampai Anda merasa nyaman. Katakanlah pada guru, ustadz, atau kiai yang mengijazahkan amalan tersebut kepada Anda untuk bisa mengurangi jumlah bilangan khusus untuk Anda.

Karena sesungguhnya, tak semua orang cocok dengan jumlah bilangan tertentu yang jadi patokan. Jika tidak cocok, maka akan sulit mendapatkan hasilnya.

Katakanlah terus terang kepada guru atau kiai Anda agar Anda merasa tak terbebani. Dengan Anda mengamalkannya dengan penuh suka cita dan nikmat, maka keberkahan bisa Anda dapatkan.

 

Terlalu Berharap

Mungkin, Anda termasuk orang yang istikomah, tapi Anda terlalu berharap ingin mendapatkan khasiatnya. Anda sangat ngotot agar hasilnya bisa Anda rasakan dengan segera.

Padahal, sesuatu yang “terlalu” adalah bagian dari nafsu. Sikap ngotot Anda adalah nafsu. Tentunya Anda pun tahu, nafsu adalah hal buruk.

Mungkin, Anda bisa istikomah. Sudah sangat lama mengamalkannya, bahkan sampai bertahun-tahun. Tapi, Anda merasa kurang mendapatkan manfaatnya, apalagi menjadi kaya. Itu hal mustahil menurut Anda. Maka, kurangi rasa berharap di dalam diri Anda.

 

Kurang Sabar

Istikomah memang harus sabar. Sikap ngotot, ngoyo, terlalu berharap itu adalah bukti bahwa Anda kurang sabar atau malah tidak sabar. Ada gejolak batin dalam diri Anda. Ini pun yang membuat amalan yang Anda kerjakan tidak bisa mendatangkan manfaat.

 

Tak Bisa Pasrah

Pasrah bukan putus asa. Tapi berserah dengan sepenuh hati. Menyerahkan segala urusan Anda kepada-Nya usai berupaya sesuai dengan kemampuan Anda.

Anda perlu tahu, Allah tidak menghendaki semua orang menjadi kaya dengan melakukan amalan ayat seribu dinar. Itu adalah hak prerogatif Allah. Anda boleh saja mengamalkan ayat seribu dinar atau mengamalkan amalan apa pun, tapi Allah lah yang berkehendak atas semua-Nya.

Semakin Anda bisa pasrah, maka segalanya bisa mudah. Maka, latihlah diri Anda untuk berpasrah. Pasrah adalah aktivitas hati.

Ciri orang yang sudah berpasrah adalah hatinya bisa tenang dan damai. Tidak ada rasa takut, khawatir, cemas, ragu, atau hal-hal yang bisa membuat dirinya menjadi kurang percaya atas kuasa-Nya. Apa pun hasilnya nanti, serahkan saja kepada-Nya.

 

Kurang Berupaya

Usaha lahir harus Anda lakukan. Jika Anda ingin kaya, maka ubah dulu cara pandang Anda. bergaullah dengan orang-orang kaya, maka Anda nanti pun punya mindset pola pikir orang kaya.

Beralihlah profesi jika Anda rasa profesi Anda saat ini kurang nyaman atau kurang bisa mendongkrak perekonomian Anda. Jika Anda seorang wirausahawan, belajarlah bisnis.

Belajarlah bagaimana agar omset Anda bisa naik dan terus merangkak melesat. Jika Anda menjumpai kegagalan, bangkitlah. Renungkanlah dan berpikir untuk mencari solusi.

Setidaknya, beberapa faktor di ataslah yang membuat amalan ayat seribu dinar tidak bisa mendatangkan kekayaan atau khasiat.

Yang perlu Anda pahami adalah ketika mengamalkan suatu amalan, perbaiki terlebih dulu niat Anda. Sebenarnya, amalan adalah jalan menuju-Nya. Sedangkan manfaat adalah buah atau bonus yang bisa Anda peroleh.

Jika Anda melakukan amalan karena mengharap balasan, itu artinya Anda berdagang dengan Allah. Tapi tak masalah. Jika yang bisa Anda lakukan baru sekelas berdagang dengan Allah, tak mengapa. Lakukan saja jika itu yang memang Anda butuhkan.

Dan jika suatu saat Anda sudah bisa tercerahkan, Anda pun akan punya pemahaman bahwa amalan adalah jalan atau suatu cara untuk bisa mencapai-Nya. Semoga suatu saat Anda bisa tercerahkan.